Tampilkan postingan dengan label TIM NASIONAL INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIM NASIONAL INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juli 2011

Uang Saku Pemain Timnas Indonesia Dinaikkan


Warna baru coba diberikan PSSI di era Djohar Arifin Husein. Salah satunya perlakuan yang diberikan pada tim nasional PSSI. Saat melawat ke Turkmenistan lalu, para pemain timnas dimanja fasilitas. Di antaranya pemberian kenaikan uang saku serta fasilitas tiket bisnis selama penerbangan.

"Saya tanyai mereka, berapa uang saku yang diterima selama ini. Setelah tahu, langsung kami naikkan. Begitu juga dengan pemberian fasilitas bisnis. Kami berharap ini bisa naikkan kepercayaan diri pemain. Hasilnya kan nyata di lapangan. Kita mampu tahan mereka di kandangnya," tandas ketua umum PSSI, Djohar Arifin, di Surabaya, Selasa (26/7).

Djohar juga membenarkan timnas nyaris batal berangkat. Saat itu, lanjut Djohar, BTN juga sama sekali tak miliki persiapan. Pemain belum dikumpulkan, tiket pesawat dan hotel belum di-booking, termasuk visa juga belum diurus. "Celakanya, rekening di PSSI juga nol rupiah," urainya.

Awal 2012 Indonesia Miliki Timnas Berjenjang


Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menargetkan pembentukan Tim Nasional secara berjenjang selesai disusun pada awal 2012. "Awal 2012 Tim Nasional berjenjang sudah terbentuk," kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, disela-sela pengukuhan pengurus PSSI Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa, 26 Juli 2011. Menurut Djohar, Timnas berjenjang ini akan dimulai dari pembinaan Timnas usia 17 tahun hingga 23 tahun yang tiap jenjangnya akan diurus oleh Direktur Teknis PSSI. Direktur Teknis inilah yang akan menyiapkan seluruh program dan kepelatihan, sehingga mampu menciptakan pemain terbaik untuk berada di Timnas senior. Pembentukan Timnas berjenjang ini, Djohar menambahkan, mengadopsi model Belanda yang setidaknya telah sukses ditiru oleh Jepang. "Ini bukan coba-coba," kata dia. Pembentukan Timnas berjenjang ini, diyakini baru bisa dirasakan manfaatnya empat atau lima tahun yang akan datang. Karenanya, Djohar optimistis, empat atau lima tahun yang akan datang Timnas tidak hanya menjadi macan Asia Tenggara, melainkan juga menjadi macan di level Asia, bahkan dunia. "Harapan masyarakat terlalu besar, kami akan bekerja keras dan jujur untuk mewujudkan semuanya," kata Djohar. FATKHURROHMAN TAUFIQ

Sabtu, 23 Juli 2011

Turkmenistan vs Indonesia = 1-1 , Curi Poin Di Lapangan Buruk !


Bermain di kandang lawan dan di tengah kondisi lapangan yang buruk, Indonesia berhasil membawa pulang hasil imbang. Skor akhir Turkmenistan 1, Indonesia 1.

Pada pertandingan yang berlangsung di Olympic Stadium Ashgabat, Sabtu (23/7/2011) malam WIB, Turkmenistan mendapatkan peluang emas pertama di menit ketiga. Tendangan keras dari sebuah tendangan bebas masih bisa ditepis Ferry Rotinsulu.

Buruknya kondisi lapangan membuat bola memantul tak sempurna. Namun, Ferry masih bisa menepis sepakan tersebut dan akhirnya bola meninggalkan lapangan setelah sepakan susulan pemain Turkmenistan melebar.

Turkmenistan akhirnya meraih keunggulan ketika pertandingan memasuki menit ke-11. Dan kembali sebuah tendangan bebas menjadi awal dari petaka untuk Indonesia.

Sebuah tendangan bebas yang dieksekusi dengan keras dari sisi kiri pertahanan Indonesia menembus pagar betis dan akhirnya merobek jala Ferry. Bola sempat memantul lebih dulu sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang Indonesia.

Indonesia akhirnya berhasil menyamakan kedudukan! Tendangan keras M. Ilham dari dalam kotak penalti merobek jala Turkmenistan!

Sebuah tusukan dari sisi kiri berhasil menembus pertahanan Turkmenistan, bola kemudian bergulir liar di dalam kotak penalti tuan rumah sebelum akhirnya disambar oleh Ilham. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

Kedudukan 1-1 pun bertahan sampai pertandingan babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Turkmenistan terus berusaha untuk mencecar pertahanan Indonesia. Namun, berkali-kali juga Ferry melakukan penyelamatan sehingga gawang 'Skuad Garuda' bebas dari kebobolan.

Turkmenistan sendiri bermain dengan 10 orang setelah salah satu pemainnya dikartu merah di menit 75.

Namun demikian, skor tetap sama kuat sampai laga usai.



( roz / roz )

Jumat, 22 Juli 2011

Dampingi Timnas, Hari Ini Djohar Batal ke Surabaya


Dikarenakan menghadiri pertandingan Timnas Indonesia kontra tuan rumah Turkmenistan, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin batal datang ke Surabaya buntuk merayakan syukuran, Sabtu (23/7/2011) di restaurant Halo Surabaya.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Media relation Persebaya 1927, Ram Surahman. Menurut Ram, karena harus mendampingi Timnas Indonesia di ajang Pra Piala Dunia 2014 lawan tuan rumah Turkmenistan, maka Djohar batal hadir di Kota Pahlawan.

Padahal rencananya, setelah mengadakan syukuran di Hallo Surabaya pukul 12.00 besok siang, pukul 15.30, Djohar beserta rombongan bergeser ke stadion Gelora 10 Nopember untuk menyaksikan laga big match Turnamen Segi Empat, Persebaya kontra Persema.

Sebagai gantinya, wakil ketua umum PSSI, Faried Rahmad dijadwalkan hadir bersama bos Liga Primer Indonesia (LPI) Arifin Panigoro. Keduanya akan terbang dari Jakarta sekitar pukul 10.30 besok siang. Sebanyak 500 undangan disebar untuk acara ini.

"Nanti akan diadakan sharing pendapat dan pengalaman dengan Pak Faried dan Pak Arifin. Bila ada unek-unek tentang Timnas, liga atau masalah lain, bisa diutarakan di Hallo Surabaya," jelas pria yang juga mantan wartawan ini.

Meski batal menghadiri syukuran Sabtu siang, Djohar tetap datang ke Surabaya, Selasa (26/7/2011) besok untuk melantik kepengurusan Pengprov PSSI Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

"Ketua dan wakil sudah konfirmasi akan datang di acara pelantikan," tegas Ketua Pengprov PSSI Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti.[sya/kun]

Tim Nasional Harus Melawan Cuaca Panas di Turkmenistan


Tim nasional Indonesia harus bekerja keras di pertandingan Pra-Piala Dunia 2014 di kandang Turkmenistan, Sabtu 23 Juli 2011. Skuad Merah Putih harus berjibaku dengan udara panas yang melanda negara di Asia Tengah tersebut. Salah seorang pemain tim nasional, Arif Suyono, menginformasikan kepada wartawan melalui pesan BlackBerry Messanger, kondisi cuaca di Ashgabat sekitar 40-48 derajat Celsius. Bahkan, kata Arif, menurut orang federasi sepak bola Turkmenistan, cuacanya sempat mencapai 50 derajat Celsius. "Jadi, terbayang bagaimana cuaca saat kami nanti bertanding besok pukul 6 malam (pukul 8 waktu Indonesia), tetap masih panas," ujar Arif Suyono. Menjelang bentrok besok malam, Arif dan rekan-rekannya tetap menggelar latihan rutin. Latihan pertama di Ashgabat dilakukan di Nisa Stadium sekitar pukul setengah enam sore waktu setempat. Tadi pagi, latihan ringan di lapangan futsal dekat hotel tempat menginap. Rencananya, sore ini juga ada latihan. "Pemain tim nasional tetap menjalani latihan biasa dan santai," kata Arif. Pertemuan Indonesia dengan Turkmenistan akan mengulang pertandingan 2004 lalu. Saat itu, kedudukan imbang 1-1. Ketika bermain di kandang Turkmenistan pada 31 Maret 2004, Indonesia menelan kekalahan 1-3. Namun, kekalahan itu dibalas saat bermain di Indonesia, skor 3-1 untuk tim Merah Putih. RINA WIDIASTUTI

Timnas Berlatih di Lapangan Futsal


Timnas Indonesia memanfaatkan waktu yang sempit menjelang laga pra-Piala Dunia melawan Turkmenistan, Sabtu (23/7/11) dengan terus berlatih.

Tim Garuda baru terbang ke Turkmenistan Rabu dan tiba Kamis (21/7/11) pagi waktu setempat. Arif Suyono dkk terus berlatih didampingi pelatih Wim Rijsbergen dan asisten pelatih Rahmad Darmawan, memanfaatkan fasilitas yang ada.

Setelah tiba Kamis pagi waktu setempat, timnas langsung berlatih pada sore hari di Stadion Nisa, Ashgabat, yang merupakan kandang dari klub FC Ashgabat dan Nisa Ashgabat.

Kemudian Jumat pagi pukul 07.00 waktu setempat, para pemain hanya berlatih ringan di lapangan futsal dengan rumput sintetis yang terdapat di dekat hotel tempat mereka menginap, demikian disampaikan humas timnas Indonesia Dessy Cristina.

Lebih lanjut dijelaskan Dessy, sore waktu setempat atau malam hari WIB timnas masih mengagendakan satu kali sesi latihan.

Firman Utina cs akan berlaga di Stadion Olimpik, Ashgabat, Sabtu pukul 18.30 waktu setempat atau pukul 20.30 WIB. [but]

ANTV dan RCTI Pertanyakan Hak Siar SCTV


Dua stasiun televisi swasta nasional, ANTV dan RCTI, mempertanyakan keputusan PSSI yang secara mengejutkan menunjuk SCTV sebagai pemegang hak siar laga Tim Nasional hingga akhir tahun 2011.

Kamis (21/7/2011) sore, Ketua PSSI Djohar Arifin Husin menandatangani kontrak hak siar laga Timnas PSSI dengan SCTV senilai Rp 10 miliar. Djohar berujar, SCTV ditunjuk karena mereka menawarkan kontrak yang lebih tinggi dari pihak lain.

Namun, menurut pengakuan Hadi Gunawan (Produser Sport RCTI) dan Yusuf Ibrahim (Manager Sport ANTV), tak ada pemberitahuan terlebih dahulu dari PSSI mengenai bidding hak siar Timnas Indonesia.

"Tidak, kami sama sekali tidak tahu, mungkin pihak RCTI yang selama ini memegang hak siar Timnas Indonesia juga tidak tahu, tidak ada pemberitahuan mengenai bidding hak siar Timnas dari PSSI," ujar Yusuf ketika dimintai komentarnya.

"Kontrak RCTI dengan PSSI mengenai hak siar laga Timnas memang sudah berakhir, tapi sebenarnya kami ingin memperpanjang. Kami sebenarnya tidak diberitahu soal bidding itu," jelas Hadi saat ditanyai hal yang sama.

Keduanya pun menilai, pemegang hak siar laga Timnas seharusnya ditunjuk lewat proses bidding. "Apalagi, banyak sekali stasiun-stasiun televisi nasional yang tentunya ingin mendapatkan hak siar Timnas. Jangan sampai ini menimbulkan kecurigaan," kata Yusuf.

"Harusnya ada persaingan yang sehat, jangan main tunjuk, tapi semua terserah PSSI," kata Hadi menimpali.

Kamis, 21 Juli 2011

PSSI Gandeng SCTV Siarkan Laga Timnas


- Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) secara resmi mengikat kerja sama dengan stasiun televisi swasta, SCTV, dalam hal penayangan laga tim nasional hingga akhir tahun 2011. Nantinya, televisi swasta tersebut akan menayangkan seluruh laga Timnas, termasuk Pra-Piala Dunia dan SEA Games, November nanti.

"Nilai kontraknya Rp 10 miliar dan jangkanya hingga akhir tahun ini. Kami akan mulai menyiarkan laga timnas pada tanggal 28 Juli nanti (pertandingan leg kedua Pra-Piala Dunia 2014 melawan Turkmenistan). Agenda lain akan kami sesuaikan dengan agenda dari PSSI," ujar Direktur Utama SCTV Fofo Sariaatmadja dalam acara penandatanganan kerja sama PSSI dengan lima BUMN di Jakarta, Kamis (21/7/2011).

"Mudah-mudahan dengan kehadiran kami bisa mendukung timnas mencapai prestasi. Kami juga berharap bisa menyukseskan kegiatan timnas ke depan," tambahnya.

Sebelumnya, PSSI menggandeng RCTI sebagai televisi mitra dalam penayangan pertandingan tlimnas. Laga Pra-Piala Dunia 2014 yang mempertemukan timnas Indonesia dan Turkmenistan, 23 Juli nanti, akan menjadi laga terakhir timnas yang akan disiarkan oleh RCTI.

"Kenapa kami memilih SCTV karena mereka menawarkan kontrak yang lebih tinggi dari televisi lain," ungkap Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin ketika ditanya alasan dipilihnya SCTV.

Lima BUMN Tandatangani Mou Program Pembinaan Timnas


Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menepati janjinya untuk mendukung sepak bola nasional lewat program "Bapak Angkat". PT Telekomunikasi Indonesia, PT Pertamina, PT Bank Mandiri, PT Bukit Asam dan PT Semen Padang menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PSSI terkait pendanaan Tim Nasional untuk persiapan SEA Games, November mendatang.

Bertempat di Golden Ballroom Hotel Sultan, kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman yang nilainya ditaksir mencapai Rp 9 miliar. Dalam penandatanganan MoU ini, PSSI diwakili oleh Ketua Umum Djohar Arifin. Sementara, kelima BUMN diwakili oleh Hari Karyuliarto (Corporate Secretary PT Pertamina), Pahala M. Mansyur (Dirut PT Mandiri), Sutrisno (Dirut PT Bukit Asam), Munadi Arifin (Dirut PT Semen Padang) dan Edi Kurnia (Head of Telecommunication PT Telekomunukasi Indonesia).

"Ini merupakan sejarah dalam upaya peningkatan kualitas sepak bola nasional. Dukungan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya dan siap kami pertanggung jawabkan," ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin dalam sambutannya.

"Kami berjanji akan transparan dalam mengelola dana ini. Agar PSSI kembali dapat dipercaya oleh masyarakat," sambungnya.

Pihak BUMN sendiri berharap dukungan ini tak hanya membantu Timnas dalam mempersiapkan diri untuk SEA Games nanti. Tapi juga bisa meningkatkan kualitas sepak bola nasional ke depannya. Dukungan ini juga diharapkan bisa meningkatkan motivasi para atlet untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

"Kemajuan sepak bola nasional itu merupakan kewajiban seluruh elemen. Inilah langkah konkret kami dalam membantu sepak bola nasional bisa maju," tutur Pahala Mansyur.

"Kami ingin melihat olah raga, khususnya sepak bola, bisa mencapai prestasi yang membanggakan. Semoga dukungan ini bisa bermanfaat sehingga harapan kita untuk sepak bola nasional bisa maju dapat segera terealisasi," ujar Edi Kurnia.

Selain kelima BUMN tersebut, PSSI juga menandatangani nota kesepahaman denga SCTV yang ke depan akan menjadi stasiun televisi mitra PSSI untuk setiap laga Tim Nasional.

Resistance Bands, Free Blogger Templates