Tampilkan postingan dengan label pra piala dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pra piala dunia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juli 2011

Delapan Ribu Tiket Indonesia Vs Turkmenistan Terjual di Hari Pertama


Antusiasme masyarakat untuk mendukung tim Garuda masih tetap besar. Pada hari pertama penjualan tiket laga kandang Pra Piala Dunia 2014, para pembeli tiket langsung menyerbu loket-loket penjualan tiket yang tersebar di empat lokasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Antrean mengekor cukup panjang namun dengan cepat bisa terurai karena proses pembelian cukup lancar. Hingga pukul 15.00 WIB, sekitar delapan ribu tiket terjual.

Indonesia membuka peluang lolos ke babak berikutnya Pra-Piala Dunia 2014 Zona Asia setelah menahan tuan rumah Turkmenistan 1-1 di Stadion Olimpiade Ashgabat pada Sabtu lalu. Dengan satu gol di kandang lawan, Boaz Solossa dan kawan-kawan hanya membutuhkan hasil 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada pertandingan kedua Kamis 28 Juli nanti untuk maju ke putaran ketiga Zona Asia.

Adapun penjualan tiket ini masih akan berlanjut sampai dengan hari pertandingan pada 28 Juli mendatang. Pada penjualan pada Rabu besok, tiket masih belum diserahkan. Sama seperti penjualan pada Selasa ini. Nantinya, akan dilakukan penukaran voucher pembelian untuk tiket pada hari Kamis. Sementara untuk penjualan hari Kamis, pembeli bakal langsung mendapatkan tiket. Berikut ini rincian penjualan tiket sampai dengan Selasa, 26 Juli 2011, pukul 15.00 WIB: VVIP 53 VIP Barat 252 VIP Timur 516 Kategori I 758 Kategori II 1540 Kategori III 4872 EZTHER LASTANIA

Timnas Benahi Sayap dan Pertahanan


Timnas Indonesia belum puas dengan formasi yang dimainkan di leg pertama kontra Turkmenistan di Asghabat Sabtu pekan lalu.Meski sukses bermain imbang, starting line-up diperkirakan akan mengalami perubahan.

“Saat ini belum ada penetapan starting line up, tapi mungkin kami akan mencoba beberapa perubahan dan sejumlah formasi,” ujar asisten pelatih Timnas Indonesia Rahmad Darmawan saat mendampingi timnas berlatih di Lapangan C Senayan, Jakarta, Selasa (26/7/2011).

Saat bermain di Olympic Stadium pada leg pertama, pasukan Wim Rijsbergen memakai pola 4-2-3-1. Saat babak pertama Gonzales di gantung di depan, di topang Boaz, M Ilham dan M Ridwan, namun di babak kedua peran itu dimainkan Boaz, sedangkan Gonzales di menjadi penopang Boaz.

Garuda lebih dulu tertinggal melalui gol tendangan bola mati Vyacheslav Krendelev di menit 10. Indonesia sempat kesulitan beradaptasi dengan permukaan lapangan yang buruk, namun akhirnya menyamakan kedudukan di menit 29 berkat Muhammad Ilham.

Dari hasil evaluasi, tim pelatih mengambil kesimpulan untuk memberi perhatian lebih kepada lini pertahanan. Sebab itu di leg kedua nanti, RD memberi sinyal akan terjadi sedikit perubahan dalam susunan pemain belakang.

“Kita ingin kuat di semua lini, terutama di lini belakang. Soal lini belakang, kita akan lihat kondisi dari bek-bek yang kita punya,“ paparnya.

Lebih lanjut, RD tidak menjelaskan secara rinci racikan strategi yang akan diterapkan nanti, namun dia menegaskan Merah-Putih diharapkan bisa tampil seimbang.“Idealnya kita agresif dan menekan. Tapi melihat kondisi kita, kita akan cari keseimbangan di dalam tim,” jelasnya.

Sejumlah pemain yang tidak diturunkan pada leg pertama kemungkinan akan diturunkan seperti Wahyu Wijiastanto dan Hamka Hamzah. Wahyu sebelumnya tidak jadi disertakan ke Turkmenistan karena terkendala visa, sedangkan Hamka Hamzah sempat cedera.Sementara di lini depan nama Boaz Solossa dan Cristian Gonzales kemungkinan besar dipertahankan sebagai starting line-up.

“Untuk susunan pemain inti nanti kami akan lihat siapa yang paling siap dan yang paling siap itu lah yang akan kami mainkan,” jelas pelatih Persija Jakarta itu.

Dalam latihan sore tadi, timnas menggelar latihan ringan ringan seperti passing dan keeping. Setelah itu Gonzales dkk menu latihan untuk memantapkan penyerangan juga dilakukan dengan formasi 4-4-2 dan 4-3-3.

Dengan 4-4-2 pelatih Wim Rijsbergen ingin memoles pola serangan sayap, sedangkan pola 4-3-3 dilakukan untuk melatih penguasaan bola di lapangan tengah.“Kita akan coba memperkuat lagi, sayap-sayap kita,” sambung RD.
(fit)

Widodo C Putro: Irfan Bachdim Siap Dimainkan


Asisten pelatih tim nasional Indonesia Widodo Cahyono Putro mengungkapkan pemain-pemain timnas senior yang ditinggal di Jakarta dan berlatih bersamanya, termasuk Irfan Bachdim, sudah siap diturunkan di laga leg kedua pra-Piala Dunia menghadapi Turkmenistan tanggal 28 Juli mendatang.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Irfan tak bisa tampil di leg pertama akibat cedera hamstring akibat terlalu lama beristirahat, selain itu Rahmad Darmawan juga mengungkapkan bahwa Irfan masih kalah bersaing dengan striker lainnya. Kini setelah pulih, Irfan berpeluang untuk dimainkan di leg kedua.

"Saya kira tujuh pemain timnas yang kami latih di Jakarta seluruhnya sudah siap untuk diturunkan. Mereka terus ikut berlatih," ujar Widodo.

Namun, Widodo tidak dapat memastikan apakah Irfan akan dimainkan di leg kedua nanti, karena keputusan akhir akan diambil oleh pelatih kepada Wim Rijsbergen dan asisten Rahmad Darmawan.

"Mereka kemarin terus ikut berlatih bersama kita. Apakah mereka akan diturunkan atau tidak, semuanya terserah pada Wim dan Pak Rahmad. Kami berharap seluruh pemain akan fit pada saat hari pertandingan sehingga mereka bisa tampil maksimal," ujarnya.

Timnas Waspadai Kebangkitan Turkmenistan


Tim nasional Indonesia mewaspadai kebangkitan permainan Turkmenistan bila bermain di lapangan berkualitas baik. Buruknya rumput di Olymic Stadium Ashgabat, dinilai tak hanya menghambat permainan Indonesia, namun juga Turkmenistan. Dengan bermain di stadion Bung Karno, Turmenistan juga akan mendapat keuntungan dengan dapat memainkan sepak bola normal.

"Bukan cuma kita yang diuntungkan dengan kondisi lapangan, tapi mereka juga. Karena itu, kita harus mengantisipasi segala kemungkinan," kata asisten pelatih tim nasional, Rahmad Darmawan kepada sejumlah wartawan di Lapangan Gelora Bung Karno, Selasa (26/7). Pelatih yang menangani Persija Jakarta itu merujuk hasil Turkmenistan yang mampu memukul tim U23 Indonesia 3-1 saat bermain tandang, namun hanya mampu menang tipis di Ashgabat.

Guna mengantisipasi kebangkitan Turkmenistan, terus mematangkan persiapan jelang partai leg kedua. Pelatih Wim Rijsbergen tampak serius menyiapkan Ahmad Bustomi dan Firman Utina sebagai sentral pengatur alur bola. "Kami ingin dalam pertandingan nanti pemain lebih menyerang. Kami meminta para gelandang untuk lebih kreatif," kata Rahmad.

Dalam sesi latihan, jajaran pelatih juga menginstruksikan pemain untuk memanfaatkan lebar lapangan. Sayap timnas seperti Muhammad Ridwan, Muhammad Ilham, Supardi, dan Otovianus Maniani dilatih untuk mempertajam akurasi umpan.

Di sisi lapangan terpisah, Arif Suyono, Egi Melgiansyah dan Gunawan Dwi Cahyo dilatih untuk mempertajam kemampuan tendangan jarak jauh. Dalam latihan ini pemain tampak lebih serius ketimbang latihan pertama, Senin (25/7).

Total 25 pemain secara seksama melahap pemantapan strategi dari pelatih Wim Rijsbergen. "Yang jelas kami hari ini lebih mengedepankan technical. Dan syukur pemain sudah lebih bugar dalam menjalani latihan," jelas pria yang akrab dipanggil RD itu.

Di akhir pertandingan, timnas menggelar pertandingan intern antara dua tim. Skuat inti yang tampil di Ashgabat diadu dengan skuat cadangan yang dihuni Bambang Pamungkas dan Irfan Bachdim.

Perrtandingan yang berlangsung setengah lapangan ini dimenangkan oleh kubu pemain cadangan dengan skor 2-0 lewat gol Tony Sucipto dan Okto. Di pertengahan pertandingan, Wim coba memasukkan Bambang, Hamka, dan Arif Suyono ke skuat ini. Ketiganya dipersiapkan sebagai pelapis dalam pertandingan leg kedua melawan Turkmenistan.

Di laga intern ini, Wim berulangkali menghentikan laga untuk mengarahkan pemainnya agar bermain lebih taktis dan mengedepankan bola pendek. Walau begitu, pemain kerap membuat kesalahan elementer, terutama salah passing.

Di akhir latihan, pemain diperintahkan untuk melakukan peregangan yang diselingi arahan terakhir pelatih. Hari ini timnas dijadwalkan menggelar latihan terakhir sebelum tampil pada Kamis (28/7).

Terkait kesiapan fisik pemain, jajaran pelatih memastikan bahwa skuat dalam kondisi prima. Selain Kurnia Mega, tidak ada satu pun pemain yang mengalami cidera. "Secara keseluruhan kesiapan pemain telah mencapai 90 persen. Tidak ada pemain yang mengalami cidera," kata fisioterapis timnas, Mathias Ibo.

Di pihak lain Turkmenistan juga terus mempersiapkan timnya jelang laga melawan Indonesia. Dalam latihan yang dilakukan di lapangan PSSI Senayan, pemain Turkmenistan mensimulasikan permainan. Bila Indonesia mematangkan bola pendek, Turkmenistan lebih mempersiapkan pola bola panjang.

Turkmenistan juga serius mempersiapkan algojo bola mati, termasuk penendang penalti. Jajaran pelatih negara asal Asia Tengah itu tampak mengantisipasi kemungkinan partai berjung dengan drama adu penalti.

Rijsbergen Tolak Usulan Penambahan Pemain


PSSI tidak akan memanggil pemain-pemain baru untuk memperkuat timnas Indonesia pada leg kedua Pra Piala Dunia 2014. Pelatih Tim Merah Putih Wim Rijsbergen telah menolak daftar nama yang diajukan oleh PSSI.

Timnas Indonesia telah menyelesaikan separuh perjalanannya pada babak kedua Pra Piala Dunia 2014 zona Asia, Sabtu, 23 Juli 2011. Dalam duel ini, Tim Merah Putih mampu menahan imbang tuan rumah Turkmenistan dengan skor 1-1.

Saat timnas bertolak ke Turkmenistan beberapa waktu lalu, asisten pelatih timnas Widodo C Putro mengatakan bahwa PSSI akan memanggil nama-nama baru untuk bergabung dalam pemusatan latihan menghadapi leg kedua di Jakarta.

Menurut Widodo, pemain-pemain tersebut berasal dari tim-tim yang berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Primer Indonesia (LPI). Rencananya, sepekan jelang leg kedua, pemain-pemain ini akan didaftarkan ke FIFA.

Meski demikian, hingga Senin, 25 Juli 2011 tak ada pemain baru yang terlihat ikut dalam pemusatan latihan timnas PPD 2014. Pemain yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), justru berkurang menjadi 25 orang.

Penyusutan disebabkan absennya kiper Kurnia Meiga yang sedang menderita tipes. Pemain Arema FC ini dipastikan tidak bisa memperkuat Indonesia saat menjamu Turkmenistan pada leg kedua di SUGBK, Kamis, 28 Juli 2011.

General Manager Timnas, Arya Abhiseka saat ditemui di sela-sela latihan, membenarkan kalau pihkanya sempat mengajukan beberapa nama baru kepada pelatih Wim Rijsbergen. Namun usulan itu telah ditolak oleh Rijsbergen.

"Kami memang sempat menawarkan 44 pemain baru. Namun Wim (Rijsbergen) menolaknya karena waktu persiapan yang sangat singkat. Kami sih menurut saja kepada pelatih (Wim Rijsbergen)," kata Arya kepada wartawan. (umi)

Senin, 25 Juli 2011

Pemesanan Tiket Online Timnas Vs Turkmenistan Terkendala


Pemesanan tiket online laga Indonesia versus Turkmenistan yang mulai dibuka hari ini, Selasa, 16 Juli 2011, mengalami hambatan. Berdasarkan konfirmasi terakhir dari rajakarcis.com, ada kendala teknis dalam pemesanan secara online. Mereka menyampaikan permohonan maaf, namun tetap melayani pemesanan di tempat-tempat, yaitu RajaKarcis Manggarai, dekat Pasar Raya dan Halte Busway Manggarai; RajaKarcis Sportsmall, Kelapa Gading; RajaKarcis Pronto, Pondok Indah Mal 1 lantai 3; Ibu Dibjo, Jalan Cikini Raya (belakang Texas Fried Chicken); Prambors Concept Store, Jalan Adityawarman; dan Ticket Station, Business Park Blok B-17, Jalan Meruya Ilir, Kebon Jeruk. Atau bisa langsung ke loket pemesanan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Pada saat pembelian maupun penukaran voucher dengan tiket asli, pembeli wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk yang asli. Satu orang hanya dapat membeli atau memesan maksimal lima lembar tiket. BASUKI RAHMAT

Tiket Indonesia vs Turkmenistan Langsung Diserbu


Loket pemesanan tiket laga Indonesia melawan Turkmenistan di Gelora Bung Karno langsung diserbu ratusan calon penonton sejak pagi tadi, Selasa 26 Juli 2011.

Dari pantauan di salah satu loket pemesanan tiket yang terletak di Pintu VII Gelora Bung Karno, tampak ratusan calonan sudah mulai mengantre sejak pukul 09.00 pagi WIB. Padahal loket pemesanan baru dibuka satu jam kemudian.

"Kami sebagai suporter akan selalu berusaha menyaksikan dan mendukung langsung timnas Indonesia berlaga," ujar salah seorang calon penonton di Pintu VII, Ferry, usai memesan tiket.

Hari ini adalah hari pertama pemesanan tiket leg kedua Pra Piala Dunia 2014 antara Indonesia melawan Turkmenistan di buka. Pemesanan tiket sebanyak 32 ribu lembar akan berlangsung hingga hingga besok, Rabu 27 Juli 2011, mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Pemesanan tiket dibuka di empat lokasi, yaitu di Pintu III, Pintu IV, Pintu VI dan Pintu VII Gelora Bung Karno. Satu calon penonton hanya diperbolehkan membeli maksimal lima tiket. Penukaran tiket akan berlangsung pada hari H pertandingan, Kamis 28 Juli 2011, pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Calon penonton yang gagal mendapatkan tiket dalam pemesanan dua hari ini tidak perlu kecewa. Pasalnya, panitia lokal (LOC) juga akan menjual 32 ribu tiket lainnya pada hari H pertandingan. Bagi yang ingin membeli langsung di hari H, panpel akan membuka tiga loket di areal SUGBK. Masing-masing terletak di Plaza Utara (dua loket) dan Plaza Timur (satu loket).

Selain melalui loket di areal Gelora Bung Karno (SUGBK), pemesanan tiket juga bisa dilakukan secara online lewat situs www.rajakarcis.com. Pemesanan tiket secara online akan dibuka hingga besok.

Namun, dari informasi terakhir yang diberikan pihak Raja Karcis melalui situs mereka, pembelian secara online hanya bisa untuk tiket VVIP dan VIP Barat. Untuk kategori lainnya bisa mendatangi enam tiket box berikut ini:

- Ibu Dibjo, Jl. Cikini Raya (belakang Texas Fried Chicken)
- Prambors Concept Store, Jl. Adityawarman
- Ticket Station, Business Park Blok B-17, Jl. Meruya Ilir, Kebon Jeruk
- RajaKarcis Manggarai, dekat Pasar Raya dan Halte Busway Manggarai
- RajaKarcis Sportsmall, Kelapa Gading
- RajaKarcis Pronto, Pondok Indah Mal 1, Lt 3

Harga Tiket:

VVIP Rp 500 ribu (200 lembar)
VIP Barat Rp 250 ribu (1.600 lembar)
VIP Timur Rp150 ribu (1.750 lembar)
Kategori 1 Rp 100 ribu (8.950 lembar)
Kategori II Rp 50 ribu (7000 lembar)
Kategori III Rp 30 ribu (12.500 lembar)

Tanpa Vyacheslav Krendelev, Turkmenistan Tetap Percaya Diri


Pencetak gol ke gawang Indonesia dalam pertandingan leg pertama putara kedua Pra Piala Dunia 2014, Vyacheslav Krendelev, dipastikan tidak bisa memperkuat Turkmenistan pada laga leg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (28/7) malam WIB.

Pelatih Turkmenistan, Yazguly Hojageldiye, terpaksa tidak membawa Krendelev karena dibutuhkan klubnya di Divisi Satu Liga Rusia. Hal itu diungkapkan asisten manajer tim Grigoryants Konstantine.

“Dia tidak kami bawa ke Jakarta karena harus membela klubnya, Luch Energiya Vladivostok. Kami membawa 22 pemain yang sedang dalam kondisi fit. Kami sudah siap menghadapi Indonesia,” kata Konstantine.

Dia mengatakan absennya Vyacheslav tidak memberikan pengaruh besar terhadap tim. Walau tanpa Krendelev, Turkmenistan tetap optimistis meraih kemenangan di pertandingan nanti. ''Kami punya pemain pengganti yang memiliki kualitas tidak jauh berbeda,” katanya

Setelah menjejakkan kaki di Jakarta, para pemain hanya berlatih ringan. Hojagaldiyev belum memberikan menu latihan gim kepada pemain. Latihan ringan ini bertujuan untuk mengembalikan kebugaran pemain.

“Kami belum membicarakan masalah strategi permainan. Latihan pertama ini hanya untuk menjaga kondisi fisik pemain agar tetap prima. Kami telah melalui perjalanan panjang,” kata Konstantine.

Inilah Harga Tiket Indonesia Vs Turkmenistan


Sebanyak 64 ribu tiket laga Indonesia melawan Turkmenistan pada Pra Piala Dunia 2014 akan mulai dijual besok, Selasa 26 Juli 2011. Harga tiket termurah adalah Rp 30 ribu, sedangkan termahal Rp 500 ribu.

Guna menghadapi leg kedua Indonesia melawan Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis 28 Juli 2011, panitia lokal (LOC) mencetak 64 ribu tiket yang terbagi dalam enam kategori.

Sebagaimana dalam rilis yang dikeluarkan PSSI, Senin (25/7/2011), tiket termurah adalah untuk Kategori III yang dijual Rp 30 ribu. Selanjutnya ada tiket Kategori II seharga Rp 50 ribu dan Kategori I yang dijual Rp 100 ribu.

Untuk kelas VIP Timur dijual seharga Rp 150 ribu dan VIP Barat dijual Rp 250 ribu. Untuk tiket termahal adalah untuk kelas VVIP yang dijual senilai Rp 500 ribu. Semua tiket tersebut akan mulai dijual besok, Selasa 26 Juli 2011.

Rencananya sejak Selasa pagi para calon pembeli sudah dapat melakukan pemesanan tiket. Pembeli akan mendapatkan voucher yang nantinya bisa ditukar dengan tiket masuk pada Kamis 28 Juli 2011 pagi.

LOC juga sedang mengusahakan loket-loket penjualan tiket di luar Gelora Bung Karno. Hal ini dimaksudkan agar calon penonton tidak harus terpaku pada loket di Senayan. Indonesia melawan Turkmenistan sendiri akan dimulai pukul 19.00 WIB. Sebelumnya di leg pertama, Tim Merah Putih sukses menahan Turkmenistan 1-1. [kun]

Harga Tiket Indonesia vs Turkmenistan

VVIP Rp 500 ribu (400 lembar)
VIP Barat Rp 250 ribu (3200 lembar)
VIP Timur Rp150 ribu (3500 lembar)
Kategori 1 Rp 100 ribu (17.900 lembar)
Kategori II Rp 50 ribu (14.000 lembar)
Kategori III Rp 30 ribu (25.000 lembar)

Sabtu, 23 Juli 2011

Turkmenistan vs Indonesia = 1-1 , Curi Poin Di Lapangan Buruk !


Bermain di kandang lawan dan di tengah kondisi lapangan yang buruk, Indonesia berhasil membawa pulang hasil imbang. Skor akhir Turkmenistan 1, Indonesia 1.

Pada pertandingan yang berlangsung di Olympic Stadium Ashgabat, Sabtu (23/7/2011) malam WIB, Turkmenistan mendapatkan peluang emas pertama di menit ketiga. Tendangan keras dari sebuah tendangan bebas masih bisa ditepis Ferry Rotinsulu.

Buruknya kondisi lapangan membuat bola memantul tak sempurna. Namun, Ferry masih bisa menepis sepakan tersebut dan akhirnya bola meninggalkan lapangan setelah sepakan susulan pemain Turkmenistan melebar.

Turkmenistan akhirnya meraih keunggulan ketika pertandingan memasuki menit ke-11. Dan kembali sebuah tendangan bebas menjadi awal dari petaka untuk Indonesia.

Sebuah tendangan bebas yang dieksekusi dengan keras dari sisi kiri pertahanan Indonesia menembus pagar betis dan akhirnya merobek jala Ferry. Bola sempat memantul lebih dulu sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang Indonesia.

Indonesia akhirnya berhasil menyamakan kedudukan! Tendangan keras M. Ilham dari dalam kotak penalti merobek jala Turkmenistan!

Sebuah tusukan dari sisi kiri berhasil menembus pertahanan Turkmenistan, bola kemudian bergulir liar di dalam kotak penalti tuan rumah sebelum akhirnya disambar oleh Ilham. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

Kedudukan 1-1 pun bertahan sampai pertandingan babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Turkmenistan terus berusaha untuk mencecar pertahanan Indonesia. Namun, berkali-kali juga Ferry melakukan penyelamatan sehingga gawang 'Skuad Garuda' bebas dari kebobolan.

Turkmenistan sendiri bermain dengan 10 orang setelah salah satu pemainnya dikartu merah di menit 75.

Namun demikian, skor tetap sama kuat sampai laga usai.



( roz / roz )

Jumat, 22 Juli 2011

Turkmenistan vs Indonesia : PEMBUKTIAN MERAH PUTIH


Tim nasional (timnas) Indonesia menghadapi banyak permasalahan jelang leg pertama Kualifikasi Pra- Piala Dunia 2014 kontra Turkmenistan. Namun, Merah Putih tetap optimistis mendapatkan hasil positif di Stadion Olympic Ashgabat, Turkmenistan, nanti malam.


Kendala terbesar Bambang ‘Bepe’ Pamungkas dkk adalah minimnya persiapan, yakni hanya melakukan pemusatan latihan selama lima hari.Kesulitan semakin rumit karena masa transisi pelatih baru.Itu menjadi bumbu tak sedap persiapan Indonesia kontra The Green Man,julukan Turkmenistan.
Tak hanya itu,masalah teknis seperti tak turunnya visa membuat Toni Sucipto dan Wahyu Wiji Astanto batal terbang ke Ashgabat.Tentu saja hal tersebut membuat kekuatan timnas menjadi sedikit berkurang. Namun,dari semua permasalahan yang ada,inilah saatnya bagi Bepe dkk memberi bukti.
Bahkan,di tengah keraguan semua pihak jika timnas akan memetik hasil positif,Bepe dkk harus membayarnya dengan kemenangan di Turkmenistan. “Memang,persiapan kami sangat mepet. Ini menjadi persiapan yang tidak ideal buat pemain.Tapi,apa pun kondisinya,kami harus siap dan harus bermain maksimal,” tandas gelandang timnas Indonesia Ahmad Bustomi.
Apa yang diutarakan gelandang Arema FC ini juga diamini top skor Djarum Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 Boaz Salossa.Bochi,sapaan Boaz,dapat bekerja sama dengan tim,meski menjadi pemain terakhir hadir di pemusatan latihan timnas.
“Saya tetap yakin bisa bekerja sama dengan tim walau hanya dua hari ikut berlatih.Mau dipasang dengan Bepe atau Cristian Gonzales,saya tidak ada masalah. Karena,kami sudah saling mengenal saat berkompetisi di tingkat klub,”tutur bomber sekaligus kapten Persipura Jayapura ini.
Seperti yang pernah dipaparkan tim kepelatihan timnas Indonesia di bawah asuhan Wim Rijsbergen,pola permainan menyerang dengan kombinasi bertahan akan diterapkan Merah Putih.Pola 4-3-3 yang dipadu dengan 4-2-3-1 kemungkinan akan jadi strategi Indonesia untuk meredam para pemain The Green Man.
“Kami akan selalu optimistis dengan hasil yang didapatkan nanti.Tapi,kami juga harus realistis dalam mencanangkan target. Saya rasa hasil imbang sudah cukup baik,” ujar Wim. Pelatih Persipura Jacksen F Tiago memberi masukan bahwa anak asuhnya, Boaz,dapat ditempatkan sebagai pemain sayap.
Determinasi Bochi di sektor itu sangat diperlukan untuk membongkar pertahanan The Green Man. “Kalau melihat perkembangan timnas selama masa persiapan,tampaknya Boaz akan bermain dari sayap sehingga Gonzales kemungkinan besar akan menjadi striker tunggal, ”ungkap Jacksen,saat dihubungi, kemarin.
Tiga musim menukangi Boaz,pelatih berkebangsaan Brasil itu hafal betul cara memaksimalkan sang bintang.Racikan Jacksen terhadap Boaz pun seolah terlihat saat pemain bernama lengkap Boaz Theofilius Erwin Salossa ini berhasil menyabet dua gelar bergengsi sekaligus.
Adik kandung Ortisan Salossa ini mencatatkan namanya sebagai top skor dan pemain terbaik ISL 2010/2011. “Di mata saya,dia adalah pemain yang paling tepat untuk menjalankan fungsi tersebut.Selain kuat dalam duel bola atas, dia juga bagus dalam melindungi bola,” tutur mantan pelatih dan pemain Persebaya Surabaya tersebut.
Sementara itu,kabar dari Ashgabat, kondisi cuaca yang panas jadi salah satu kendala timnas.Walau akan menjalani pertandingan jam 6 sore waktu Turkmenistan (pukul 20.00 WIB),suhu 40 sampai 48 derajat Celsius akan dialami pemain timnas. Untuk mengatasi itu,Asisten Pelatih Timnas Widodo C Putro berpendapat tentang apa yang harus dilakoni Bepe dkk.
Pelatih yang sempat menemani Alfred Riedl sebagai asisten pelatih saat timnas U-23 bermain di Turkmenistan pada Pra- Olimpiade 2012 ini menyampaikan, kekompakan tim jadi satu-satu cara di tengah minimnya persiapan.
“Bagaimanapun,tinggal kemampuan pemain menerjemahkan di lapangan. Dilihat dari kurangnya persiapan timnas, praktis kami sangat mengandalkan kekompakan tim,saling pengertian,dan semangat juang yang tinggi,”tandas Widodo. ● decky irawan jasri

Penjualan Tiket Leg II PPD 2014 Dibuka Selasa


Indonesia akan menjamu Turkmenistan pada leg kedua Pra Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia, Kamis, 28 Juli 2011. PSSI rencananya akan membuka penjualan tiket untuk laga ini mulai Selasa besok.

Hal ini diungkapkan oleh Sekjen PSSI Tri Goestoro kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jumat, 22 Juli 2011. Sayang, Tri belum bisa menyebutkan berapa harga tiket yang akan dipatok untuk pertandingan ini.

"Penjualan tiket mulai dibuka hari Selasa dengan sistem pemesanan," ujar Tri. Mengenai harga tiket, Tri mengaku masih dalam pembahasan panitia. Tri juga mengatakan kalau panitia akan berusaha mensukseskan laga tersebut.

"Tadi kami baru selesai rapat koordinasi panitia. Hampir semua seksi sudah melakukan semua persiapan, mulai kedatangan tamu (Turkmenistan) hingga pertandingan digelar," ujar mantan Sekjen PSSI era Agum Gumelar itu.

Turkmenistan dijadwalkan tiba di Jakarta, Senin pagi, 25 Juli 2011. Sorenya, tim tamu akan menggelar latihan perdana. Turkmenistan akan menginap di Kartika Chandra, sedangkan Timnas akan menempati Hotel Sultan. (kd)

Artur Gevorgyan dan Vladimir Bayramov Jadi Momok Indonesia


- Indonesia patut waspada dengan kualitas Turkmenistan saat keduanya bertemu di laga perdana putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2014, Sabtu (23/7) malam. Duet penyerang Turkmenistan yang bermain di liga asing, Artur Gevorgyan dari klub Nasaf Uzbekistan dan Vladimir Bayramov (Kairat Kazakstan), jadi ancaman. Sedangkan gelandang asal klub Divisi dua Rusia Energy Beam, Vyacheslav Krendelev, serta playmaker Mingazov berpotensi merepotkan Firman cs.

“Kami telah melakukan persiapan yang cukup matang untuk pertandingan lawan Indonesia,” kata pelatih Yazguly Hojageldiyev, seperti dikutip Turkmen Futball.

Berbeda dengan Indonesia yang minim persiapan, Turkemnistan telah menggelar latihan serius selama satu bulan di Belarusia. Dalam persiapan itu, Turkmenistan melakukan tiga kali uji coba yang salah satunya melawan tim belarusia U-21. Ketiga uji coba itu sendiri berakhir dengan kekalahan bagi The Turkmen. “Secara keseluruhan saya mengaku pusa terhadap tim, bukan dari hasil tapi permainan yang semakin membaik,” kata Hojageldiyev.

Selain segala persiapan yang dilakukan tim tuan rumah, faktor cuaca juga patut diwaspadi Indonesia. Terlebih, cuaca kota Ashgabat kini sangat terik mencapai kisaran 48-50 derajat celcius. “Di sini jam enam masih panas dan sampe jam 7 malam saja, langitnya masih terang. Tapi semua pemain telah siap,” pungkas ujar gelandang tim nasional Arif Suyono lewat pesan elektronik kepada wartawan, Jumat (22/7).

Jelang Lawan Turkmenistan ,Kendala Boaz Hanya Soal Adaptasi


- Ketajaman Boaz Salossa tak ayal menjadi ancaman bagi lini pertahanan Turkemnistan. Indonesia akan menghadapi tuan rumah Turkmenistan di laga perdana putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2014, Sabtu (23/7) malam.

Namun, ada sedikit kendala yang dihadapi Boaz, yakni soal adaptasi. Pemain terbaik Liga Super Indonesia ini baru bergabung bersama para pemain tim nasional tiga hari sebelum keberangkatan ke Ashgabat. “Kita tinggal lihat saja pengertian dia dan Gonzales di lapangan,” kata Asisten pelatih tim nasional Indonesia, Widodo Cahyono Putro.

Boaz akan diduetkan dengan Christian Gonzales untuk menggedor pertahanan Turkmenistan. Dengan skill dan kecepatannya, Boaz akan menjadi duet ideal bagi Gonzales. Sementara ketajaman dan jam terbang Gonzales juga menjadi salah satu penentu hasil pertandingan.

Mencetak gol di bawah tekanan suporter lawan bukan pekerjaan asing bagi Boaz, mengingat kerap melakukannya di laga Piala AFC bersama Persipura Jayapura. Dengan pencapaian itu, Boaz, yang mencetak 22 dari 28 penampilan di LSI, masuk dalam 49 besar pemain tersubur dunia tahun 2011 versi International Federation Football History and Statistic (IFFHS).

Pelatih Wim Rigjsbergen sendiri tampak nyaman dengan duet Boaz dan Gonzales di depan. Dalam latihan sebelum keberangkatan di Jakarta, pelatih berkebangsaan Belanda ini memasang keduanya dan hasilnya cukup optimal. Gonzales mencetak satu gol hasil umpan Boaz. “Kami tetap akan menimbang siapa pemain yang akan diturunkan pada detik jelang pertandingan. Namun, di kepala saya sudah ada gambaran beberapa pemain,” ujar Rijsbergen.

Gonzales dan Boaz Tumpuan Merah-Putih Tantang Turkmenistan


Tim nasional Indonesia akan meladeni Turkmenistan di ajang Pra Piala Dunia 2014 di Stadion Olympic, Ashagabat, Sabtu 23 Juli 2011. Dalam pertandingan pertama di kandang lawan itu, pelatih tim nasional Wim Rijsbergen diperkirakan akan memainkan format 4-3-3 atau kombinasinya, 4-2-3-1. Dengan pola main seperti itu, Christian Gonzales diprediksi jadi ujung tombak tim Garuda. Boaz Salossa, pemain Persipura Jayapura yang meraih gelar pencetak gol terbanyak sekaligus pemain terbaik di Indonesia Super League (ISL) 2010/2011, kemungkinan ditarik ke posisi sayap. Boaz diharapkan bisa menyuplai bola matang untuk Gonzales, sehingga bisa menjebol gawang The Green. Skema itu pernah dicoba Rijsbergen pada 2 kali latihan terakhir sebelum tim nasional berangkat ke Turkmenistan, Rabu kemarin malam, 20 Juli 2011. Prediksi itu dikemukakan pelatih Persipura Jacksen F. Tiago. "Kalau melihat perkembangan tim nasinal selama masa persiapan, kelihatannya Boaz akan bermain dari sayap. Gonzales kemungkinan besar akan jadi striker tunggal," kata Jacksen saat dihubungi wartawan pada Jumat 21 Juli 2011. Gonzales, kata Jacksen, adalah pemain yang tepat menjalankan fungsi itu. "Selain kuat dalam duel bola atas, dia bagus dalam melindungi bola. Apalagi pengalaman dalam partai besar sangat baik," kata pelatih asal Brasil itu. "Saya berharap kombinasi pemain tersebut bisa berjalan dengan baik dan Indonesia dapat hasil bagus di Turkmenistan besok." Asisten pelatih tim nasional, Widodo Cahyono Putro, menilai Gonzales dan Boaz sama-sama pemain yang punya pengalaman dan kemampuan baik. "Tapi, yang paling menentukan adalah pengertian di antara keduanya," kata mantan striker tim nasional itu. Menanggapi formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 yang kemungkinan akan dimainkan di Turkmenistan, kata Widodo, tergantung pada pemain dalam menerjemahkannya di lapangan. Dengan persiapan tim nasional yang minim, menurutnya, tim nasional sangat mengandalkan kekompakan tim, saling pengertian, dan mempunyai semangat juang tinggi. Pasalnya, yang dihadapi adalah pemain berpostur tubuh lebih tinggi dibandingkan pemain Indonesia, harus diantisipasi bola-bola atas. "Soal kecepatan bisa diredam dengan penempatan posisi yang tepat," ujar Widodo. Sebelum bertolak ke Turkmenistan, asisten pelatih tim nasional Rahmad Darmawan mengatakan semua pemain harus disiplin ketika terjadi bola rebound karena lawan memiliki kelebihan pada tinggi badan. "Kami berharap pemain bisa menerapkan kerja tim dengan umpan dan lebih banyak bermain di daerah lawan," kata Rahmad. RINA WIDIASTUTI

Resistance Bands, Free Blogger Templates